Catatan Hasil Penelitian dan Refleksi Pengajaran Bahasa Inggris di Universitas Mataram

I Made Sujana

PS Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Mataram

Email: mdenasujana@gmail.com; website: https://imadesujana.wordpress.com

Kemampuan berbahasa Inggris lulusan Universitas Mataram masih sangat rendah jika dibandingkan dengan tuntutan yang ada saat ini. Data-data kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa dan alumni yang ada di Pusat Bahasa UNRAM sebagai penyelenggara tes kemampuan berbahasa Inggris menunjukan perlunya kebijakan untuk melakukan ‘reformasi’ perencanaan dan implementasi pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan Universitas Mataram

 Kebutuhan akan kemampuan berbahasa Inggris bagi mahasiswa tidak dapat diragukan lagi. Sebagai bahasa pengantar antar bangsa, bahasa Inggris semakin memegang peranan penting dalam bidang perdagangan, pendidikan, teknologi, industri, budaya, dan lain-lain. Tidaklah berlebihan kalau bahasa Inggris semakin banyak dipelajari di dunia baik sebagai bahasa pertama, kedua, maupun bahasa asing sebagaimana diungkapakan oleh Caine (2008). Selanjunya Caine menambahkan bahwa saat ini jumlah penutur asing yang mempelajari dan menggunakan bahasa Inggris melampaui jumlah penutur aslinya. Graddol (1997), penulis dari buku “The Future of English”, memprediksi bahwa bahasa Inggris merupakan lingua-franca internasional lima puluh tahun mendatang dan saat ini tidak satu bahasa pun memiliki posisi monopoli seperti bahasa Inggris. Berangkat dari fakta-fakta di atas, penguasaan bahasa Inggris akan turut berkontribusi terhadap keberhasilan seseorang baik dalam pendidikan maupun pekerjaan.

 Dengan demikian, membekali kemampuan berbahasa Inggris yang memadai untuk mahasiswa sekaligus alumni merupakan suatu keharusan bagi Universitas Mataram. Perlu kiranya dikaji lebih jauh beberapa pertanyaan berikut sebagai bahan refleksi kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa dan proses pembelajaran selama ini: Bagaimana dengan bekal bahasa Inggris yang dimiliki oleh mahasiswa dan lulusan sarjana/pasca-sarjana Universitas Mataram? Apakah alumni UNRAM mampu bersaing secara global ditinjau dari kemahiran berbahasa Inggris? Apakah mata kuliah bahasa Inggris yang berjalan selama ini telah mampu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa? Apa kiat-kiat para alumni yang berhasil dalam penguasaan bahasa Inggris?Seberapa banyak alumni kita mampu bersaing untuk memperoleh besiswa S2/S3 yang banyak dikucurkan oleh berbagai negara? dst. Pertanyaan-pertanyaan tersebut belum seluruhnya tuntas dikaji melalui penelitian/kajian. Tulisan singkat ini mencoba merangkum beberapa hasil penelitian dan diskusi para praktisi pengajaran bahasa Inggris di UNRAM secara informal serta mencoba memberikan alternatif solusi peningkatan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa. Diharapkan tulisan ini akan memberikan sumbang-pikir untuk perbaikan kualitas pendidikan.

 Beberapa Catatan dan Rekomendasi dari Hasil Penelitian dan Refleksi Pengajaran Bahasa Inggris di UNRAM

 (1) Permasalahan

 Dari penelitian yang dilaksanakan Sujana, Fitriana, & Syahrial (2009), ditemukan bahwa pengajaran bahasa Inggris di UNRAM diharapkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek  (short-term goals) dan memenuhi kebutuhan jangka panjang (long-term-goals). Dalam jangka pendek, tujuan pembelajaran bahasa Inggris adalah untuk mempersiapkan “mahasiswa sebagai mahasiswa”, yaitu mempersiapkan mahasiswa untuk siap belajar. Dengan lain kata, pengajaran bahasa Inggris diarahkan pada peningkatan kemampuan membaca akademik (academic reading). Tujuan jangka panjangnya adalah untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai pencari kerja, yaitu membekali mahasiswa dengan kemampuan dalam dunia kerja (English for Job). Baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang memerlukan kemampuan berbahasa Inggris pada tingkat “Upper-Intermediate”. Apakah tujuan ini bisa dicapai? Jawabannya tidak seperti membalikkan tangan karena keberhasilan dalam belajar bahasa Inggris ditentukan oleh banyak faktor seperti tujuan akhir (target needs), kemampuan awal peserta (entry behaviour), kesenjangan antara target needs dengan kemampuan awal, jumlah mahasiswa dalam satu kelas, keseriusan mahasiswa, persiapan dan komitmen dosen, apresiasi dan dukungan lembaga, dll.

 Dari beberapa penelitian yang dilaksanakan di berbagai prodi dan fakultas di lingkungan UNRAM yang melibatkan mahasiswa, dosen bahasa Inggris, dosen bidang studi, manajemen di tingkat jurusan, fakultas, maupun rektorat, sumber kegagalan pembelajaran bahasa Inggris di UNRAM disebabkan antara lain oleh konflik antara tujuan yang terlalu tinggi (target needs) dengan kemampuan mahasiswa yang masih sangat rendah (lacks), terbatasnya jumlah sks, besarnya jumlah mahasiswa dalam satu kelas (lihat Tim Pusat Bahasa UNRAM, 1998; Sujana, et al., 2000; Sujana, et al., 2001a; Sujana, et al., 2001b; Sujana, et al., 2009; Sujana, et al., in progress). Pencapaian tujuan pembelajaran bahasa Inggris baik jangka pendek (academic reading) maupun tujuan jangka panjang (English for job hunting) memerlukan kemampuan bahasa Inggris minimal pada tingkat Upper-Intermediate. Hal ini akan sangat sulit dicapai dengan bekal mahasiswa yang kebanyakan masih pada tingkat rendah (Basic dan Elementary) dan dilaksanakan dalam jumlah kredit antara 2 – 4 sks serta pengelolaan pembelajaran seadanya.

 Penelitian-penelitian di atas (dari tahun 1998 sampai dengan 2014) secara umum menemukan bahwa kemampuan berbahasa Inggris lulusan SMA/SMK sederajat yang masuk ke UNRAM kebanyakan pada posisi Basic dan Elementary kecuali mahasiswa Fakultas Kedokteran yang memiliki kemampuan lebih baik walaupun belum memadai dengan tuntutan kemampuan bahasa Inggris di fakultas tersebut. Data terbaru di Pusat Bahasa UNRAM (2012) yang melibatkan hampir 1000 orang mahasiswa Penerima Beasiswa BIDIKMISI, 800 diantaranya berada pada level bawah (basic dan elementary). Gambaran di atas mendukung konsistensi kemampuan bahasa Inggris mahasiswa yang memilih UNRAM.

 Data kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa pasca sarjana yang terdaftar pada berbagai prodi di Pasca Sarjana Universitas Mataram dengan menggunakan instrumen TOEFL-like tidak menunjukkan hasil yang lebih baik. Dari 800 data yang dianalisis untuk keperluan diskusi solusi bahasa Inggris di Pasca UNRAM antara Pusat Bahasa UNRAM dengan Direktur dan Pimpinan Prodi, 600 diantaranya berada pada posisi rentangan nilai 310 – 370 yang kalau dikategorikan dalam kemampuan berbahasa Inggris termasuk pada kategori “very limited users” satu tingkat di atas “non-users”. Permasalahannya adalah dengan kemampuan seperti ini, mampukah mereka mencapai nilai 450 sebagaimana dipersyaratkan oleh DIKTI? Kalau mampu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai itu?  [permasalahan ini akan dibahas pada tulisan tersendiri].

 Dari permasalahan-permasalahan di atas, terlihat jelas bahwa rendahnya kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa dan alumni UNRAM disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berhubungan. Faktor tersebut antara lain: (1) rendahnya kemampuan awal mahasiswa; (2) tingginya kebutuhan yang ingin dicapai; (3) besarnya jumlah mahasiswa dalam 1 kelas, (4) kecilnya jumlah sks yang diberikan (2-5 sks), faktor dosen, dan faktor mahasiswa, faktor pengelolaan, dan masih banyak lagi. Permasalahan inilah yang perlu dicarikan solusi sehingga bisa meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa untuk meningkatkan daya saing baik dalam studi lanjut maupun bekerja.

 Arah Pembelajaran

Dari analisis kebutuhan yang dijaring melalui berbagai penelitian di atas, pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi seharusnya diarahkan untuk mencapai 2 tujuan sebagaimana disebutkan di atas yaitu untuk mencapai tujuan jangka pendek: mempersiapkan mahasiswa menjadi mahasiswa. Tugas pokok dari seorang mahasiswa adalah belajar dan sumber belajar dominan saat ini adalah dari teks tertulis (printed teks) dan perkembangan pesat ilmu pengetahuan kebanyakan ditulis dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, mahasiswa harus memiliki kemampuan membaca literatur bebahasa Inggris yang memadai untuk melancarkan penyelesaian tugas-tugas kuliah. Mampu berbahasa Inggris akan membuka cakrawala keilmuan mahasiswa. Tujuan yang kedua adalah tujuan jangka panjang (long-term goals) yaitu mempersiapkan mahasiswa sebagai pencari kerja yang memerlukan tingkat komunikasi baik lisan maupun tertulis secara memadai. Dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan 4 ketrampilan berbahasa secara merata (Listening, Speaking, Reading, dan Writing)..

 Untuk dapat mencapai kedua tujuan tersebut, dosen dituntut untuk melakukan perancangan pengajaran dan pembelajaran yang komprehensif. Mengingat keterbatasan jumlah kredit yang dialokasikan untuk bahasa Inggris, perlu dirancang program bisa mengakomodasi kedua tujuan tersebut secara simultan dan terintegrasi. Tentu kegiatan PBM-nya harus ditinjau kembali. Dengan demikian, diperlukan suatu keseragaman kerangka pembelajaran bahasa Inggris yang aplikatif untuk semua prodi tetapi masing-masing prodi memiliki isi sesuai dengan bidang studi. Perlu ada kordinasi antar pengampu mata kuliah Bahasa Inggris di Lingkungan UNRAM untuk memformulasikan kerangka utama dan isi tersebut.

 Tawaran Solusi

Mata kuliah Bahasa Inggris di UNRAM hanya akan menjadi ‘formalitas’ (sebagai pemanis kurikulum) bagi mahasiswa karena kekurangmampuannya berperan dalam peningkatan kompetensi berbahasa Inggris mahasiswa. Dengan demikian, perlu dilakukan rekonstruksi/reformasi dalam berbagai aspek pembelajaran (perencanaan, implementasi dan penilaian) sehingga mata kuliah bahasa Inggris memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan diri mahasiswa. Rekonstruksi/reformasi yang dimaksudkan di sini tidak hanya pembenahan dari pengampu mata kuliah bahasa Inggris, tetapi juga pada tingkat manajemen universitas, fakultas, jurusan maupun program studi, mengingat konsekuensi dari sebuah reformasi adalah adanya fasilitasi berupa kebijakan, pembiayaan, sarana prasarana, dan lain-lain. Berikut beberapa alternatif solusi baik di tingkat kebijakan maupun implementasi.

 Sentralisasi Pengelolaan

Model pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di Universitas Mataram saat ini sangat bervariasi: (a) beberapa PS berkordinasi dengan UPT MKU kemudian MKU meminta dosen dari PS Pendidikan Bahasa Inggris; (b) beberapa PS meminta langsung ke Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris; (c) beberapa PS meminta dari UPT Pusat Bahasa UNRAM; (d) ada PS yang yang melibatkan Subject Specialists, yaitu dosen bidang studi yang memiliki kemampauan Bahasa Inggris ditunjuk menjadi pengampu bahasa Inggris; (e) beberapa PS mengambil tenaga dari luar (guru SMP/SMA); (f) penunjukkan langsung kepada dosen Bahasa Inggris tertentu oleh Kaprodi, (g) dan sistem terakhir ada fakultas mengangkat dosen kontrak. Sedikitnya saat ini ada 7 sistem penunjukkan dosen bahasa Inggris di lingkungan UNRAM dengan argumen masing-masing. Perbedaan sistem ini tentu didasari pada berbagai alasan, yang cenderung saling menyalahkan. Secara kelembagaan, perbedaan sistem ini bermakna bahwa UNRAM belum memiliki sistem pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris. Bisa dipastikan bahwa sistem pengelolaan programnya tergantung pada individu dosen masing-masing.

 Beberapa perguruan tinggi besar di Indonesia seperti ITS Surabaya, IPB Bogor telah lama melakukan sentralisasi pengajaran bahasa Inggris di UPT Bahasa. Di UNRAM usaha ini pernah dilakukan dengan Fakultas Pertanian dengan Pusat Bahasa sebagai pilot project, tetapi kendalanya adalah pada kordinasi internal yaitu kurang kordinasi antara pembuat program(ada di PD I) dan juru bayar (ada di PD II) belum berkordinasi sehingga programnya terbengkalai. Sebagai unit pelayanan teknis dalam bidang bahasa, UPT Bahasa UNRAM perlu diberdayakan dalam pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di UNRAM. Di bawah kordinasi Pusat Bahasa UNRAM, pengampu mata kuliah baik dosen Bahasa Inggris maupun Subject Specialists yang tertarik mengajar bahasa Inggris bisa saling kordinasi dan melakukan pengembangan diri tentang kurikulum, pengelolaan kelas, referensi, termasuk melakukan quality control yang saat ini menjadi titik lemah dari pelaksanaan pengajaran Bahasa Inggris. Dengan demikian, tim ini bisa menjadi tim yang solid dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

 Yang diperlukan untuk melakukan semua ini adalah kebijakan UNRAM tentang pengelolaan pengajaran bahasa Inggris sehingga bisa selaras dengan cita-cita menjadikan UNRAM sebagai kampus bertaraf internasional pada tahun 2025. Sebagaimana disebutkan di atas, tentu kebijakan sentralisasi akan berdampak pada banyak hal (anggaran, sarana dan prasarana, tenaga, dll.). Selain support anggaran, Pusat Bahasa memerlukan gedung yang representatif untuk menangani program bahasa Inggris mahasiswa dan dosen UNRAM dan masyarakat luas.

  Bebas Bahasa Inggris bagi Pemilik Skor tertentu pada Tes Standar Internasional

Untuk mengurangi jumlah mahasiswa yang harus menempuh bahasa Inggris sebagai program kuliah, UNRAM bisa memberlakukan “reward” bagi mahasiswa untuk tidak menenpuh kuliah bahasa Inggris kalau sudah memiliki skor tes standar internasional (TOEFL, IELTS, TOEIC dan sejenisnya) dari lembaga kredibel dengan skor tertentu, misalnya skor TOEFL 500 langsung dihargai dengan nilai A. Ada beberapa keuntungan pemberlakuan reward ini: (1) ada usaha untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris calon mahasiswa sebelum masuk ke UNRAM. Ini berarti UNRAM mendapat input kemampuan bahasa Inggris yang baik; (2) Mahasiswa dengan kemampuan bahasa Inggris tinggi tidak perlu membuang waktu untuk ikut kuliah bahasa Inggris dengan kelas yang rata-rata dengan kemampuan rendah; (3) Mengurangi jumlah mahasiswa dalam 1 kelas sehingga pembelajaran bisa lebih efektif.

 Penerapan Integrated Language Learning (ILL)

Terkait dengan usaha meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris secara optimal dalam jumlah kredit yang terbatas perlu disiasati dengan pendekatan pembelajaran yang efektif. Untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi mahasiswa diperlukan kemampuan Reading yang baik dan mempersiapkan calon sarjana berkompetisi dalam mencari kerja diperlukan kemampuan terintegrasi (listening, speaking, reading dan writing). Dalam implementasinya, kedua tujuan ini bisa dibuat sejalan dengan menerapkan pembelajaran terpadu dengan Reading menjadi central point, kemudian berkembang ke skill lain. Pendekatan ILL ini bisa dikembangkan dengan dua model yaitu Terintegrasi secara mikro dan Terintegrasi secara makro. Terintegrasi secara mikro adalah terintegrasi antara 4 keterampilan berbahasa yang disebutkan di atas; sedangkan terinntegrasi secara makro adalah bagaimana mengintegrasikan bahasa Inggris dengan mata kuliah lain atau topik lain dalam mata kuliah pokok — bahasa Inggris dengan ilmu pertanian, bahasa Inggris dengan ilmu ekonomi, dan seterusnya (lihat CLIL pada bagian berikut). Pendekatan ini bisa dilaksanakan dengan berbagai model pembelajaran seperti Note-taking, Mind Mapping, Information gap, Retelling, Summarizing, Translating atau model lain yang mengarah pada penguasaan Reading Akademis (lihat Sujana, 2012 dalam esp_world.info, issue 36).

 Content and Language Integrated Learning (CLIL)

CLIL adalah pendekatan pembelajaran yang bertujuan ganda, yaitu peningkatan pada kemampuan pada bidang studi sekaligus peningkatan kemampuan berbahasa (Inggris). CLIL ini lebih berfokus pada ‘content’ dengan dampak samping pada peningkatan kemampuan berbahasa sebagai dampak dari faktor latihan. Dalam konteks Indonesia, CLIL ini bisa diterjemahkan lebih lunak menjadi kepedulian dosen bidang studi untuk menyisipkan materi-materi yang disajikan dalam bahasa Inggris atau menugaskan mahasiswa mengerjakan tugas membaca atau menulis dalam bahasa Inggris. Tugas dosen bidang studi dalam konsep ini adalah sebagai motivator mahasiswa untuk tetap belajar bahasa Inggris. Kalau semua dosen terlibat dalam pola ini maka mahasiswa akan mencoba menggunakan bahasa Inggris secara rutin. [CLIL akan dibahas tersendiri dalam tulisan lain untuk memberikan wawasan apa yang bisa dan perlu dilakukan oleh dosen bidang studi dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswanya].

 Self Access language Learning (SALL)

Program SALL adalah program peningkatan bahasa Inggris secara mandiri dengan cara memilih materi berdasarkan kebutuhan dan minat dan belajar sesuai dengan waktu yang dimiliki dan laju diatur sesuai dengan kemampuan. Mengingat keterbatasan jumlah kredit dalam perkuliahan bahasa Inggris, mahasiswa semestinya lebih banyak belajar atas inisiatif dan waktu sendiri. Pihak kampus perlu menyediakan Pusat Belajar Bahasa Mandiri (Self-Access Center) untuk memfasilitasi kegiatan belajar mahasiswa. Dalam konsep sederhana SAC dapat berupa “English Corner” di perpustakaan baik di fakultas maupun di universitas yang menyediakan fasilitas belajar bahasa Inggris. Dengan mendekatkan mahasiswa dengan fasilitas belajar dan terciptanya lingkungan yang kondusif dalam belajar akan mampu menarik perhatian mahasiswa untuk belajar. Tanpa mengikuti kursus mahasiswa akan mampu meningkatkan bahasa Inggris mereka secara mandiri. Bagi fakultas yang memiliki fasilitas ruangan besar, SAC bisa dibuat dengan fasilitas (materi, video, DVD, dll.) yang lebih lengkap mengikuti standar SAC modern, bahkan dengan berbasis IT.

 Untuk meningkatkan daya saing lulusan, UNRAM perlu melakukan reformasi dalam berbagai aspek terkait dengan kebijakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Dari segi perencanaan, perlu adanya rekonstruksi arah/tujuan pembelajaran bahasa Inggris di masing-masing prodi. Dari segi implementasi pembelajaran, perlu adanya inovasi-inovasi program pengajaran, pembenahan dalam model-model pembelajaran yang lebih komunikatif dan efektif. Dari segi, evaluasi, penilaian pembelajaran harus berdampak positif pada proses pembelajaran (beneficial washback effects) dan perlu penetapan persyaratan kelulusan sehingga memicu mahasiswa untuk belajar. Mengingat keterbatasan alokasi, dosen bidang studi dengan kemampuan berbahasa Inggris aktif bagus bisa menjadi fasilitator dan motivator dengan menyisipkan bahasa Inggris dalam perkuliahan. Perlu ada pemikiran untuk SAC di setiap fakultas. Semoga pemikiran ini ada manfaatnya.

===============================================================

I Made Sujana adalah dosen pengampu mata kuliah English for Specific Purposes (ESP) di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNRAM. E-mail: mdenasujana@gmail.com; website: https://imadesujana.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s